MEMAHAMI ISLAM LOKAL MELALUI KITAB SERIBU MASA’IL: STUDI KOMPARASI TEKS ARAB-MELAYU

Lutfiyah Alindah

Abstract


The spread and development of Islam in the Indonesia not only brought Islam together, but also brought Islamic culture in the form of literature. The development in teaching Islamiccultural tradition is important in the process of Islamization. Many books were translated, composed or adapted to many languages in the archipelago. The books are compiled in what is known as sastra kitab (literature of Islamic theology). Its two versions, the Masail Sayyidi 'Abdullah bin Salam lin Nabi in the Arabic version or Seribu Masa’il in Malay version, are still preserved. Both of these texts are part of the process of translation from Arabic texts into Malay text which have variations either in structure linguistic or meaning.This paper examines the variations occurring in process of translation between Arabic text and Malay text, and how the variations are manifested in these two texts. This research is important because it looks at Sirah nabawiyah (history of the prophet) that documents both written and verbal teachings of Islam. In addition, this study contains the theological values and dialogue between Muslims and non-Muslims. By using George Steiner’s theory, this study tries to examine the difficulties and the paradoxes created by translation from one language to another.This study demonstrates that the final translation between Masā’il Sayyidi ‘Abdullāh Bin Salām li-Nabī text and Seribu Masa'il have variations both in the structure of linguistics and meanings.

Keywords: local Islam, Seribu Masail, Arab-Malay, comparative study

Penyebaran dan perkembangan Islam di Indonesia tidak hanya membawa ajaran tetapi juga budaya pada bentuk kesastran. Perkembangan dalam pengajaran tradisi budaya Islam menjadi penting dalam proses islamisasi. Banyak buku telah dikumpulkan, diterjemah, dan diadaptasi ke pelbagai bahasa seluruh kepulauan nusantara. Salah satunya adalah sastra kitab (literature of Islamic theology). Dua versi dari kitab masail yaitu Masail Sayyidi 'Abdullah bin Salam lin Nabiberbahasa Arab dan Seribu Masa’ildalam bahasa Melayu, masih tersimpan rapi. Keduanya menjadi bagian proses penerjemahan dari bahasa Arab ke Melayu yang memiliki variasi baik dalam struktur linguistic maupun maknanya. Makalah ini menguji variasi yang terjadi dalam proses penerjemahan antara teks Arab dengan Melayu, dan bagaimana variasi tersebut muncul dalam keduanya. Penelitian ini sangat penting karena melihat Sirah nabawiyah (history of the prophet) yang dokumennya tertulis dan diajarkan secara verbal. Selain itu, studi ini berisi tentang nilai teologis dan dialog antara Muslim dan non-Muslim. Dengan mengaplikasikan teori George Steiner, kajian ini berusaha menguji paradox yang diciptakan oleh penerjemahan dari satu ke lain bahasa. Penelitian ini berargumen bahwa antara Masā’il Sayyidi ‘Abdullāh Bin Salām li-Nabī text dengan Seribu Masa'ilmemiliki variasi baik dalam struktur linguistic maupun maknanya.

Keywords: Islam lokal, Seribu Masail, Arab-Malayu, kajian perbandingan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Online Fakultas Bahasa dan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Gedung T2, Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Lidah Wetan Surabaya 60213 Telp/Fax : 031-7522876 Website : http://ejournal.fbs.unesa.ac.id/ Email : jurnalparamasastra@fbs.unesa.ac.id