INTERFERENSI BAHASA INDONESIA TERHADAP PENGGUNAAN ADPOSISI BAHASA JEPANG PADA BAHASA TULIS (Studi Kasus terhadap Mahasiswa Angkatan 2010 Sastra Jepang Universitas Brawijaya, Malang)

Febi Ariani Saragih

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana kesalahan interferensi
B1 dalam penggunaan adposisi bahasa Jepang, (2) bagaimana interferensi hubungan
gramatikal dalam penggunaan adposisi bahasa Jepang yang muncul pada bahasa tulis, dan (3)
bagaimana tingkat kesulitan adposisi bahasa Jepang berdasarkan interferensi yang muncul
pada bahasa tulis mahasiswa angkatan 2010 sastra Jepang Universitas Brawijaya, Malang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode
kuantitatif digunakan untuk mencari validitas dan realibilitas test, serta mencari frekuensi
terbanyak dari kesalahan yang dibuat siswa. Sumber data penelitian ini adalah siswa,
sedangkan data diperoleh dari hasil tes yang dikerjakan siswa, serta hasil interview. Hasil
yang diperoleh bahwa interferensi bahasa Indonesia pada penggunaan adposisi bahasa Jepang
dalam kalimat yang dibuat siswa terjadi pada adposisi wa, mo, ga, o, ni, de, dan no.
Interferensi hubungan gramatikal yang terjadi pada penggunaan adposisi bahasa Jepang
dalam bahasa tulis yang dibuat siswa adalah transfer hubungan gramatikal B1 melanggar pola
hubungan gramatikal B2, tetapi maknanya masih bisa dimengerti secara tersirat. Adposisi
yang termasuk dalam transfer hubungan gramatikal B1 melanggar hubungan gramatikal B2
ini adalah ni, e, de, o, dan no. Tingkat kesulitan adposisi bahasa Jepang berdasarkan
interferensi yang muncul pada bahasa tulis mahasiswa sastra Jepang angkatan 2010
Universitas Brawijaya Malang adalah taiou /transfer (1-1)→dounyuu/overdifferensiasi(0-1)→
tougou /konvergensi (2-1).

Kata Kunci : interferensi, makna, gramatikal



The research is aimed at describing (1) how is the mistake of Bahasa Indonesia
(B1)’s intereference in adpositional use in Japanese (2) how is the grammatical relation
interference in adpositional use of Japanese (B2), (3) how is the level of difficulty of
Japanese adpositional found in students of 2010 Japanese Literature Brawijaya University’s
written expression. The method of the research is quantitative and qualitative. Quantitative
method is used to validate and to find the reliability of the test. On the other hand, it is also
used to find the most frequent mistakes made by students. The research’s source is the
students, while the data are taken from the students’ tests and interviews. The analysis shows
that B1’s interference on the use of B2’s adpositionals in sentences are found in adpositionals
wa, mo, ga, o, ni, de, and no. Grammatical relation intereferences in B2’s adpositional in
written expression are considered as grammatical relation transfer of B1 which deviates the
pattern of grammatical relation of B2. However, the meaning of the sentences are still
understandable implicitely. Some adpositions considered in B1’s grammatical relation
transfer are ni, e, de, o, and no. The level of difficulty of B2 based on its intereference on the
students’ written expression of 2010 Japanese Literature students of Brawijaya University of
Malang are taiou /transfer (1-1)→dounyuu/overdifferensiasi(0-1)→ tougou /konvergensi (21).



Keywords:
interference,meaning,grammatical

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Online Fakultas Bahasa dan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Gedung T2, Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Lidah Wetan Surabaya 60213 Telp/Fax : 031-7522876 Website : http://ejournal.fbs.unesa.ac.id/ Email : jurnalparamasastra@fbs.unesa.ac.id