KALA LAMPAU TERDEKAT DALAM BAHASA MEE

Niko Kobepa

Abstract


Mee (also known as Kapauku, Ekari or Ekagi) is a non-Austronesian language of Wissel Lakeslanguages family of Trans New Guinea Phylum spoken in the Central Highlands of Western New Guinea or West Papua. Mee is also used to refer to its speakers. Mee has an intricate system of Tense, Aspect, Modality and other related categories as will be seen in the paper. This paper aims to discuss one of four past tenses in Mee, namely Immediate Past Tense. Two morphemes that are used- one marking definite and the other indefinite- in this tense will be referred to as necessary. The paper specifically deals with four uses of the tense.

Key words: tense, aspect, modality, definite, indefinite

Mee (juga dikenal dengan nama Kapauku, Ekari atau Ekagi) adalah sebuah Bahasa non-Austronesia dari keluarga Bahasa Wissel Lakes filum Trans New Guinea yang dipakai di Pegunungan Tengah pulau New Guinea atau Papua Barat. Mee juga dipakai untuk merujuk pada penutur Bahasa ini. Mee mempunyai suatu system kala, aspek, modalitas dan kategori lain seperti akan terlihat dalam makalah ini. Makalah ini bertujuan untuk membahas salah satu dari empat kala lampau dalam Bahasa Mee yakni kala lampau terdekat. Dua morfem yang dipakai dalam kala ini, yang pertama memarkai takrif dan yang lain memarkai tantakrifakan,dirujuk seperlunya. Pembahasan dalam makalah ini secara khusus berhubungan dengan empat macam penggunaan kala ini.

Kata Kunci: kala, aspek, modalitas, takrif, tan-takrif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Online Fakultas Bahasa dan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Gedung T2, Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Lidah Wetan Surabaya 60213 Telp/Fax : 031-7522876 Website : http://ejournal.fbs.unesa.ac.id/ Email : jurnalparamasastra@fbs.unesa.ac.id