MODEL PENGAJARAN TERBALIK DALAM MATA KULIAH CHUKYU DOKKAI

Amira Agustin Kocimaheni

Abstract


Chukyu Dokkai lecture is an intermediate reading lecture which the students program after taking the Shokyu Dokkai, an elementary reading lecture. In the elementary level of reading a lecturer still takes a very great role in the teaching and learning process. The roles includes guiding and teaching the students to read starting from words, sentences, paragraph and even the lecturer still use the translation method. But not for the intermediate level of reading, the methods and techniques of the teaching is more various. One of the models which can be used is reciprocal teaching. This model puts the teacher or lecturer as a model and facilitator than a presenter of the teaching and learning process. The students are taught four strategies of specific self-understanding and control, namely summarizing, questioning, clarifying, and predicting. While the teaching and learning process is taking place, the students are actively involved in the discussion in their groups. The lecturer acts as mediator, model, and trainer. The teaching and learning process will not be a one way process where the lecturer controls the process, but the students will also have the chance to give their opinions. Therefore it is hoped that the students will grow the responsibility within them and the lecturer will stay with them to help them monitor, think and choose the strategy that can be used in the process of studying.

Key Words: reciprocal teaching, model, facilitator, mediator, trainer

Mata kuliah Chukyu Dokkai merupakan matakuliah membaca (Reading) tingkat menengah yang diprogram mahasiswa setelah menempuh matakuliah Shokyu Dokkai yaitu mata kuliah membaca tingkat dasar. Jika pada tingkat dasar dosen masih berperan aktif dalam menuntun dan mengajar mahasiswa untuk membaca per-kata, per-kalimat, dan per-paragraf, bahkan terkadang masih menggunakan model penerjemahan, namun untuk tingkat menengah model pengajaran yang digunakan semakin bervariasi. Salah satu yang dapat diterapkan adalah model pengajaran terbalik. Dengan menerapkan model ini, dosen bertindak sebagai model dan pembantu dari pada penyaji proses pembelajaran. Mahasiswa diajarkan empat strategi pemahaman-pengaturan diri spesifik, yaitu perangkuman, pengajuan pertanyaan, pengklarifikasian, dan peramalan. Pada saat mahasiswa berlangsung, mahasiswa berperan aktif dengan memimpin diskusi untuk kelompoknya, sedangkan dosen berperan sebagai mediator, model, dan pelatih. Pengajaran tidak hanya akan berjalan satu arah saja dimana dosen melakukan kontrol mutlak dalam proses belajar-mengajar, tapi mahasiswa juga dapat menyampaikan pendapatnya. Dengan demikian diharapkan tanggung jawab mahasiswa dapat ditumbuhkan dan dosen tetap tinggal bersama mahasiswa untuk membantu mahasiswa memonitor, berpikir dan memilih strategi yang dapat digunakan dalam proses belajar.

Kata Kunci: pengajaran terbalik, model, fasilitator, mediator, pelatih

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Online Fakultas Bahasa dan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Gedung T2, Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Lidah Wetan Surabaya 60213 Telp/Fax : 031-7522876 Website : http://ejournal.fbs.unesa.ac.id/ Email : jurnalparamasastra@fbs.unesa.ac.id