HIEROSGAMOS, HIERODOULES, MAGNA MATER DAN PROPAGANDA SEKS BEBAS DALAM NOVEL THE DA VINCI CODE KARYA DAN BROWN

Reimundus Raymond Fatubun

Abstract


Alusi-alusi tidak sekedar hadir dalam karya sastra tapi mempunyai signifikansi khusus dengan isi karya sastra. Dan Brown menggunakan banyak alusi dalam The Da Vinci Code. Alusi-alusinyaberasal dari abad-abad pra-Kristen, era awal Kristen sampai masa Renaissance dan Baroque dan dihubungkan dengan situasi dunia, terutama gereja. Alusi-alusi dari masa pra-Kristenhierosgamos,hieroedules dan Magna Mater mempropagandakan ritual seks. Dalam hubungan ini alusi-alusi itu mengarah pada tokoh Maria Magdalena. Hal-hal yang dikemukakan Brown tentang tokoh ini antara lain Jesus menikah dengan Maria Magdalena, bukan Petrus, yang diutus untuk mendirikan gereja.Dia harus disembah sebagai seorang dewi, persaudaraan rahasia the Priory of Sionmasih memujanya sebagai dewi dan mempertahankan praktek ini(Strobel & Poole, 2006:25). Secara teoritik, tulisan ini menggunakanPiercian Semiotics,dan New Historicism (Greenblatt, 1980) yang mensejajarkan teks sastra dan non-sastra. Teks sastra dijelaskan sepenuhnya oleh teks non-sastra, tidak seperti Historicism.Tulisan ini menjelaskan alusi-alusi dan propaganda Dan rown akan seks bebas.

Kata kunci: hierosgamos, hieroedules, Magna Mater, propaganda, the sacred feminine

Allusionsare not merely present in literary works for no reasons but they have specific significance. Dan Brown uses a lot of allusions in The Da Vinci Codedating from pre-Christian, early Christian untill the Renaissance and Baroqueeras. He relates them to world situations, especially the Church.Allusions from pre-Christianity are hierosgamos,hieroedules and Magna Materwhich Brown uses to propogandize free sex.These allusions are related to Mary Magdalene. Issues connected with her in the novel are, among others, Jesus married her (pp. 242-250); Maria Magdalena, not Peter, whowastoestablish the Church (p. 254); she has to be worshipped as a goddess (p. 255); the secret brotherhood the Priory of Sionstill worships her as a goddessand maintains the practice (p. 255) (Strobel & Poole, 2006:25). Theoretically, this paper uses Piercian Semiotics, and New Historicism(Greenblatt, 1980s) which equates literary text with non-literary ones. Literary texts are fully explained with the helpof non-literary ones, unlike Historicism.This paper is trying to explain allusions and Brown’s propaganda for free sex.

Keywords: hierosgamos, hieroedules, Magna Mater, propaganda, the sacred feminine

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Online Fakultas Bahasa dan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Gedung T2, Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Lidah Wetan Surabaya 60213 Telp/Fax : 031-7522876 Website : http://ejournal.fbs.unesa.ac.id/ Email : jurnalparamasastra@fbs.unesa.ac.id